Akselerator Bisnis untuk Startup

Akselerator Bisnis untuk Startup

 

Akselerator memiliki karakteristik mempercepat (meingkatkan akselerasi) startup. Akselerator akan menawarkan sejumlah uang, mentor, dan konsutasi. Akselerator mendapat keuntungan dengan memiliki sebagian saham (kepemilikan perusahaan). Tujuan dari akselerator adalah untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan bisnis.

Apa Bedanya Inkubator dan Akselerator?

Dalam dunia startup, dikenal istilah inkubator dan akselerator bisnis. Keduanya adalah perusahaan yang memfasilitasi startup dari mulai tempat kerja, pelatihan bisnis, mentoring, serta pendanaan awal (seed funding). Inkubator dan akselerator memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Menurut tesis tahun 2012 berjudul “The ‘Business Accelerator’: Just a Different Name for a Business Incubator?”, akselerator bisnis belum memiliki definisi yang jelas dari sudut pandang jurnal ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian tesis tersebut, meski akselerator bisnis memiliki kemiripan dengan inkubator bisnis, dapat ditemukan tiga perbedaan utama yang menjadi ciri khas akselerator bisnis, yaitu:

  1. ukuran dan kualitas dari jaringan mentoring;
  2. tekanan dan disiplin; dan
  3. memfasilitasi pendanaan ke modal di masa depan.

Sebagai contoh, akselerator bisnis yang diprakarsai Oleh institusi pendidikan, yaitu Binus Startup Accelerator. Rangkaian program pitching dan mentorship yang dijalankan terdiri atas beberapa tahapan. Pada 2014. Binus Startup Accelerator mulai menjalankan proyeknya. Oktober adalah bulan di mana

acara Match Up sebagai sesi networking dan pembentukan tim. Selanjutnya, pada butan November, tim-tim yang terpilih mengikuti pembekalan teknis mengenai dunia startup seperti pengembangan aplikasi, elevator pitch, serta desain Ul dan disusul dengan acara bootcamp selama dua hari dan berhasil memilih tiga dari delapan startup yang masuk dalam sesi bootcamp. Tiga startup itu adalah:

  • Ennouns: akan menjadi website yang menampung berbagai acara yang dikelompokkan dalam beberapa kategori sesuai dengan minat dan bakat para penggunanya.
  • Info Diskon: akan menjadi aplikasi yang memberikan informasi mengenai keberadaan diskon di berbagai tempat.
  • Starnesia: akan menjadi sebuah platform untuk berbagi video-video berkualitas dari berbagai sumber.

Ketiga startup di atas akan mengikuti program akselerator selama dua belas minggu. Setiap startup mendapat pendanaan tahap awal sebesar Rp20 juta dan fasilitas lain seperti mentorship, menggunakan fasilitas kantor secara gratis, dan dukungan dalam memasuki pasar. Di akhir program akan diadakan Demo Day di mana startup-startup tersebut akan bertemu dan pitching langsung ke hadapan para investor.

Binus Startup Accelerator bisa diikuti oleh mahasiswa aktif dari berbagai jurusan di Binus University, dan khusus untuk mahasiswa semester tujuh atau delapan bisa memindahkan proyek startup mereka menjadi tugas akhir sehingga nantinya setelah wisuda mereka bisa memilih mendirikan startup atau bekerja di perusahaan.

Tujuan akhir dari akselerator tidak hanya menjanjikan pendanaan awal untuk startup namun juga program mentoring yang dilakukan dalam waktu yang cepat. Fungsi nya sama dengan inkubator, namun akselerator hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga hingga enam bulan saja hingga proses akselerasi selesai. Intinya adalah akselerator menawarkan mentoring secara intensif oleh para ahli dan sumber daya lainnya untuk perusahaan startup. Setelah melalui proses pendaftaran, hanya startup terbaik yang bisa ikut ambil bagian mengikuti program akselerasi.

Keuntungan mengikuti akselerator, yaitu para peserta berkesempatan mendapatkan pendidikan, jaringan, dan nasihat terbaik dari pakarnya. Perkenalan dengan para investorjuga diberikan selama program berlangsung.

Perubahan ide bisnis (pivot) menjadi hal yang biasa setelah mengikuti program akselerasi. Ada juga startup yang mengubah ide bisnisnya (pivot) menjadi seperti usaha penggalangan dana hingga mengubah target pasarnya. Semua terjadi setelah mendapatkan pengarahan selama program akselerasi berlangsung. Pivoting menjadi hal yang umum ditemui pada startup yang mengikuti programprogram serupa.

Program akselerator menawarkan jaringan yang luas dari seluruh pemegang kepentingan seperti mentor, angel investor, dan venture capital. Ada juga penyedia jasa seperti hukum, accounting, humas. dan perusahaan teknotogi. Selain itu, kesempatan untuk mendapatkan pengalaman langsung dari para alumni program akselerasi juga terbuka dan bisa dimanfaatkan sebagai pembelajaran dan berbagi pengalaman seputar hal yang terkait dengan startup.

Idealnya, mentor haruslah seorang pakaryang sudah memiliki track record gemilang dalam bisnis sehingga pengalaman dan informasi berharga bisa langsung didapatkan. Nantinya dalam program akselerasi, mentor akan disesuaikan dengan kategori startup yang ikut dalam program.

Pada dasarnya, semua tim yang terlibat dalam program akselerator telah memiliki cukup pengetahuan untuk membantu para peserta. Hal ini tentunya sangat menguntungkan peserta, ketika hat-hal krusial bisa secara langsung didiskusikan oleh tim penyelenggara. Selain mendapatkan ilmu dari mentor yang piawai, peserta program akselerasi juga mendapatkan perhatian khusus dari tim penyelenggara.

Mengikuti program akselerasi bisa menambah kredibilitas perusahaan, terutama terkait dengan pengalangan dana. Dari survei yang telah dilakukan, sebanyak 59 persen lulusan program akselerasi berhasil mendapatkan dana tambahan dari para investor. Hal ini terjadi karena akselerator telah membantu pemilik startup memperbaiki kekurangan dan meningkatkan potensi dari produk yang dibuat.

Pada umumnya program akselerator kerap mendapatkan Perhatian secara khusus dari media, artinya peranan media secara tidak langsung dapat digunakan untuk memper kenalkan produk yang dibuat oleh peserta. Acara seperti “Demo Day” merupakan puncak acara yang biasanya di- manfaatkan oleh akselerator untuk mengundang media, melakukan sesi wawancara. dan memperkenalkan peserta program akselerasi.

Namun, banyak peserta yang memilih hanya berkenalan dengan para investor saja. Padahal, selain investor, per- kenalan dengan mitra serta target pasar atau konsumen. justru jauh lebih penting. Karena itu, menjalin hubungan baik secara berkelanjutan bukan hanya dengan perusahaan modal ventura dan investor saja, melainkan juga dengan calon mitra serta konsumen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*