Inkubator Startup di Indonesia

Inkubator Startup di Indonesia

1. Jakarta Founder Institute

Adobe System, Apple Computer, Cisco Systems, Google, eBay, Hewlett Packard (HP), Yahoo!, dan Intel, sebelum menjadi sebesar seperti sekarang, perusahaan-perusahaan tersebut adalah startup company, perusahaan yang juga memulai semuanya dari nol. Apa rahasia mereka?

Ternyata memiliki sebuah ide brilian saja tidak cukup untuk membangun startup. Kepribadian seorang pendiri startup juga menjadi poin penting. Hal ini yang berusaha dikembangkan Founder Institute. sebuah inkubator startup. Inkubator yang telah diadakan di 17 kota yang tersebar di berbagai negara ini telah menghasilkan 300-an lulusan terbaik yang mampu mengembangkan startup company.

Ke-17 kota yang telah mengadakan Founder Institute adalah Silicon Valley, san Francisco, Seattle, Los Angeles, san Diego, Denver, New York, Washington DC, Houston, Boston, Santiago, Bogota, Paris, Brussels, Amsterdam, Berlin, dan Singapura.

Tahun 2009 Novistiar dan Sanny Gaddafi mengikuti Founder Institute pertama di Silicon Valley. Setelah merasakan sendiri pengalaman dan manfaatnya, ia merasa akan bermanfaat juga jika diadakan di Indonesia. Saat itu ia dan Sanny mengajak Andy Zain, salah satu mentor Founder Institute di Singapura. Andy sangat mendukung dan akhirnya mereka bertiga bekerja. sama untuk mengadakan Founder Institute di Indonesia.

Pendiri Founder Institute Jakarta (JKTFI) adalah Novistiar Rustandi, Sanny Gaddafi, dan Andy Zain. Proposal ketiganya diterima oleh Adeo Ressi, selaku pendiri Founder Institute. Nama Andy Zain sangat terkenal di kalangan pelaku industri teknologi internet, pengembang aplikasi, dan startup. Selama 19 tahun, Andy berkutat dengan aktivitas sebagai entrepreneur, eksekutif, konsultan dan terlibat dalam pembentukan bisnis startup seperti mig33, Vuclip, Deezer. UC Browser, Payfone, The Mobile Gamers, Mimopay. dan juga kerja sama pegembangan pasar dengan beberapa brand global seperti Disney Mobile, Yahoo! Mobile. Cartoon Network, EA Games, dan Gameloft. Andy juga menggagas inkubator startup Ideabox, yaitu sebuah startup accelerator yang didukung Indosat bekerja sama dengan Mountain Partners dan Founder Institute.

Hadirnya inkubator ini memberikan kesempatan bagi para pendiri startup yang sudah memiliki perusahaan maupun yang masih berbentuk ide, untuk berkembang dan tumbuh sukses. Proses inkubasi berlangsung selama empat bulan dan terdiri atas empat tahap yang berbeda setiap bulannya. Bulan pertama akan membahas tentang ide (menemukan visi, melakukan riset, dan memilih nama proyek). Bulan kedua akan membahas tentang planning (membentuk perusahaan yang resmi secara hukum, menentukan model bisnis, juga sistem perekrutan karyawan). Bulan ketiga akan membahas tentang set-up (tentang produk. outsourcing, dan melobi partner). Bulan keempat akan membahas mengenai marketing, presentasi, dan proses pencarian dana.

Keuntungan mentoring di Jakarta Founder Institute yakni jaringan bisnis yang terbuka lebar. Bahkan, sangat mungkin terjadi, para mentor tertarik dengan bisnis startup lalu mereka turut bergabung dalam startup tersebut. Hal itu juga dialami oleh Novistiar yang berkecimpung di startup saat ia masih terikat kontrak kerja dengan PricewaterhouseCoopers, Amerika. Keunikan lain Founder Institute adalah juga menerima para profesional yang tertarik mengembangkan diri menjadi startup.

Untuk menjadikan suatu startup berhasil mengeruk untung, bergantung pada seberapa “basah” industri yang akan mereka dalami dan kreativitas ide dalam memenuhi kebuuhan konsumen. Para startup harus mampu fokus pada kebutuhan konsumen.

Proses seleksi untuk masuk di “sekolah” ini diberi nama predictive social science testing. Tes tersebut terdiri atas tahap psikotes yang menunjukkan karakter pribadi seorang pendiri startup. Tes tersebut dilakukan online dan langsung terhubung dengan manajemen Founder Institute di Amerika. Bentuk psikotesnya kurang lebih akan dipilih karakter yang mirip dengan pendiri Founder Institute. Hal ini dianggap penting sebagai salah satu faktor kesuksesan sebuah startup company. Dari serangkaian seleksi, Jakarta Founder Institute atau yang biasa disingkat dengan JKTFI hanya akan menerima 30 orang saja untuk menjalani training selama bulan.

Selanjutnya, para peserta yang terpilih harus membayar uang sebesar 500 dolar AS untuk biaya inkubator selama 4 bulan. Biasanya mereka yang bersungguh-sungguh mengikuti program ini adalah yang sanggup dan mau untuk membayar dan mengejar program ini walaupun memiliki biaya yang tak murah. Hal ini tak lain karena melihat mentor yang membimbing para startup tersebut. Pihak Founder Institute tidak membayar para mentor itu. Oleh karena itu, jika ada perubahan biaya akan disampaikan mendekati masa inkubaton

Peserta juga harus memberikan 3,5 persen saham perusahaan untuk dikumpulkan di bonus pull Founder Institute. Keseluruhan pengumpulan di bonus pull akan dibagikan kembali. Empat puluh persen untuk dibagikan lagi ke peserta, 30 persen untuk mentor, dan 30 persen untuk Founder Institute. Saat inkubator dimulai, saham itu sudah dibagikan, namun pencairannya baru bisa dilakukan minimal lima tahun setelah program inkubator selesai.

Formulasi yang dijabarkan di Founder Institute untuk menuju Globalizing Silicon Valley yaitu talent + training + teamwork = exponentially better chance of success.

Program yang dilaksanakan oleh Jakarta Founder Institute merupakan program mentorship (pre-seed incubator) dan bagian dari jaringan global startups, mentors. dan investors dari The Founder Institute. Tujuan utama dari The Founder Institute adalah membantu wirausahawan muda berbakat untuk memulai suatu perusahaan teknologi yang bermanfaat dan bertahan lama dengan pendekatan great people + world class training + aligned incentives.

 

2. Ideabox

Saat ini makin banyak perusahaan seperti operator telekomunikasi yang menggenjot perkembangan startup dalam negeri. Salah satunya, PT Indosat Tbk. (Indosat), melalui Ideabox.

Ideabox telah banyak menarik perhatian industri selama beberapa tahun terakhir dan telah menjadi referensi industri. Melalui akses langsung ke perusahaan global seperti Facebook, Microsoft Bizspark Plus, IBM Soft Layer, dan Growth Hacking Asia akan membuka kunci bagi startup Ideabox untuk berkesempatan mendapatkan global best practice di segala aspek, mulai strategi, pengembangan produk sampai ke manajemen merek dan marketing. Ideabox telah menjadi akselerator berkelas dunia.

Program akselerasi Ideabox memberikan modal awal sampai dengan 50.000 dolar AS dan empat bulan program dengan fasilitas khusus, bimbingan secara penuh, kurikulum terstruktur, dan akses ke salah satu jaringan terbesar advisors maupun internasional di Indonesia.

Inspirasi Ideabox ini sangat lekat hubungannya dengan ajang Wireless Innovation Contest merupakan wadah yang dibangun untuk menjawab ajang Banyak Yang hendak dibawa ke Yang dikembangkan. selain itu pendanaan. Maka dari itu Ideabox dengan menggandeng beberapa partner untuk bersama-sama mendorong pelaku startup Indonesia yang kreatif.

Ideabox sendiri dihadirkan oleh Indosat bekerja sama dengan Mountain Partners AG, suatu venture capital yang berasal dari Swiss dan dikenal sebagai salah satu venture capital terbesar di Eropa dengan portofolio lebih dari 200 startup internasional yang telah diberi suntikan dana untuk mengembangkan kreasinya. Selain Mountain Partners, Ideabox juga dimotori oleh Ooredoo Group yang merupakan induk perusahaan Indosat yang berasal dari Qatar. Ooredoo Group ini sendiri memiliki tujuan bersama Indosat untuk mendorong tumbuhnya startup bisnis di bidang telekomunikasi, media, dan teknologi.

Selain itu, Ideabox juga melakukan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi besar yang namanya sudah tak asing lagi di telinga untuk mendorong dan mempercepat perkembangan startup yang terpilih untuk diberikan mentoring dan dukungan lain dalam mengembangkan startup yang berkelas internasional. Sebut saja seperti Microsoft, Intel, Qualcomm, Amazon Web Services, Cisco, dan juga Founder Institute yang dikenal sebagai salah satu akselerator startup terbesar di dunia.

Dalarn program Ideabox, startup yang telah berhasil dipilih akan menjalani program 120 hari inkubasi untuk membangun produk aplikasi yang menarik dan punya masa depan bisnis yang jelas. Setelah program ini berakhir. dari sekian startup Yang terpilihjuga akan mendapatkan penyertaan dalam bentuk dukungan pemasaran kepada seluruh pelanggan Indosat.

 

3. Skystar Ventures

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meresmikan Skystar Ventures, inkubator bisnis yang siap menghasilkan perusahaan rintisan (startup) Indonesia berbasis teknologi dan internet di Serpong.

Perusahaan inkubator yang didukung oleh Yayasan UMN dan Kompas Gramedia Group ini berfokus pada pengembangan bisnis, antara lain digital publishing, digital advertising, dan social media.

Skystar Ventures mempunyai program inkubasi untuk beberapa startup yang akan berlangsung selama empat bulan, yang mencakup penyelesaian ide dan pembuatan prototipe produk versi 1.0 (versi beta).

Program inkubasi ini juga menyediakan seed funding mulai dari 5.000—80.000 dolar AS, penyediaan workspace, kurikulum sesuai perkembangan ide bisnis, serta keikutsertaan dalam business workshop dan event.

Untuk mendukung program ‘inkubasi, Skystar Ventures menyediakan ruang-ruang kerja dengan beragam fungsi, antara lain co-working space, student space, meeting room, facility room, resting room, dan office space. Seluruh ruangan berada di tantai 12 gedung New Media Tower UMN di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

 

4. GEPI

Ciputra GEPI Incubator (CGI) adalah sebuah wadah pelatihan Yang mengembangkan startup tahap awal, dilengkapi dengan co-working space, event-event komunitas, dan manfaat inkubasi seperti mentoring dan akses pendanaan.

CGI mencari pendiri-pendiri berkualitas, dan bisnis yang memiliki potensi untuk membawa dampak yang luas bagi masyarakat. CGI terbuka bagi startup yang berada dalam tahap ide hingga seed. Dalam rangkaian usahanya untuk mendukung berbagai industri, CGI tidak membatasi bantuannya kepada startup teknologi.

Ciputra GEPI Incubator memilih pendiri terbaik yang akan dibimbing selama enam bulan. Setiap startup akan mendapatkan seorang mentor dan berkesempatan untuk pitching di depan investor di akhir periode mentoring.

Manfaat program mentoring antara lain:

  • one-on-one dengan mentor terpilih;
  • incubation dinner dengan expert;
  • bantuan dan layanan dari mitra; dan
  • kesempatan pitching.

Peserta yang telah lolos seleksi untuk mengikuti mentoring dapat bekerja di Ciputra GEPI Incubator Coworking space yang terletak di jantung Kota Jakarta. Bagian dari gedung perkantoran, berjarak hanya lima belas menit dari pusat bisnis ibu kota, Sudirman dan Kuningan. Ciputra GEPI Incubator Event Space dapat menampung hingga 100 peserta. Baik korporasi maupun komunitas dipersilakan untuk mengadakan seminar, talkshow, workshop, dan kelas bertemakan kewirausahaan di Event Space ini.

 

5. Merah Putih Incubator

PT Merah Cipta Media berperan aktif mendorong tumbuhnya startup di Indonesia dengan mengembangkan inkubator bisnis, yaitu Merah Putih Incubator. Inkubator ini akan fokus menjadi inkubator bisnis digital di Indonesia yang siap membantu para startup lokal mengembangkan bisnisnya.

Sesuai namanya, Merah Putih Incubator (MPI) akan berperan layaknya inkubator, yakni mendukung dan menjaga lingkungan bisnis digital hingga tercipta kemantapan dalam bisnis ini. Dukungan ditujukan kepada startup bisnis digital yang berpotensi.

Startup mulai memiliki dukungan yang dibutuhkan dan ekosistem untuk mengembangkan perusahaan. Dukungan mencakup pengembangan bisnis, pengawasan jalannya usaha, pengembangan strategi marketing, infrastruktur, dan pendanaan. Pengembangan strategi marketing misalnya membantu bagaimana caranya membuat branding yang bagus untuk bisnis web yang dimiliki. Hal lainnya adalah bagaimana caranya membuat pengiklan tertarik pada web tersebut sehingga bisa meningkatkan revenue yang diperoleh.

Merah Putih Inc. mengusung tagline: ignites the idea. Jadi, ingin membakar ide-ide yang dimiliki startup sehingga bisa dijalankan dan bukan hanya bertahan sebagai ide karena startup memiliki banyak ide yang sangat kreatif yang bisa diwujudkan.

Nama Merah Putih Inc. menggambarkan komitmen dan kepercayaan dalam mendukung dan memelihara perekonomian Indonesia melalui pilar industri digital dan technology, dan nama ‘Inc’ singkatan untuk inkubator, yang berarti tempat atau lingkungan di mana telah disediakan semua hal yang mendukung dan alat yang diperlukan untuk menjamin kelangsungan keberhasilan dari para startup ciptaan anak bangsa.

Merah Putih Inc. ingin mengembangkan industri digital dan technology di Indonesia hingga suatu saat bisa menjadi salah satu pilar ekonomi yang dapat diandalkan dan memberikan sumbangsih ke negara serta turut menciptakan lapangan kerja nasional seperti halnya dengan negara berkembang lainnya.

Misi yang diemban adalah untuk ikut aktif membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri teknologi dan digital serta memajukan startup Indonesia untuk bisa bermain di kancah regional bahkan global. Sudah waktunya negara Indonesia dapat mengekspor produk web atau digital yang dipakai negara lain, bukan hanya mengonsumsi hasil buatan negara lain.

Sebagai inkubator, Merah Putih Inc. mempunyai standar dalam mencari startup yang potensial untuk diberikan pendanaan, maka dari itu pemilik startup perlu memilki visi yang jelas dan produk yang ditawarkan bisa menjawab kebutuhan konsumen. Selama ini Merah Putih Incubator kerap menghadapi sejumlah tantangan seperti kesulitan melakukan monetisasi produk. Hal ini karena pengguna internet Indonesia memang besar, namun para konsumen belum ingin membayar sesuatu atau lebih suka jasa yang gratis.

Pada dasarnya Merah Putih Incubator tidak memberikan batas waktu lamanya masa inkubasi para startup. Artinya, meskipun startup sudah mampu menghasilkan pendapatan sendiri, startup tersebut masih boleh menjadi bagian Merah Putih Incubator. Namun, biasanya masa inkubasi startup rata-rata bisa selama 18 sampai 24 bulan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*